|

Jurnal Kesejahteraan merupakan sebuah media pembelajaran bersama baik pemerintah, swasta dan masyarakat. Jurnal ini digagas oleh para pegiat SANGGAR; Jaringan untuk Demokrasi, Hak-Hak Publik dan Keadilan Sosial, sebagai sebuah media saling belajar dan berkomunikasi antar pemangku kepentingan.
Semangat utama yang ingin dibawa oleh Jurnal Kesejahteraan ini adalah semangat untuk mendorong kesadaran dan aktivitas dari para audience dan konstituennya, guna mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di berbagai daerah di Indonesia.
Semangat lain yang disandang oleh Jurnal ini adalah semangat untuk berkomunikasi. Jurnal ini ingin berkomunikasi dengan para korban yang kehilangan atau terabaikan dari pemenuhan hak kesejahteraan. Agar di kalangan para korban ini terbangun suasana reflektif untuk memikirkan persoalan mereka dengan lebih tenang, dan turut menggagas ide perubahan untuk mengatasi persoalan. Jurnal ini ingin membangun komunikasi dengan para pengambil keputusan, agar mereka menjadi kuat dan budiman dalam menjamin terpenuhinya hak kesejahteraan warganya. Jurnal ini ingin membangun komunikasi dengan kalangan swasta, agar mereka menumbuhkan sisi humanisme pasar. Agar pasar atau organisasi swasta juga senantiasa memperjuangkan hak para buruh, dan bekerja tanpa merugikan pihak konsumen. Jurnal ini ingin membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat sipil. Agar organisasi masyarakat sipil dapat secara aktif mendorong pemerintah agarlebih kuat dan budiman, mendorong pasar agar lebih humanis, dan mendorong warga yang sadar dan aktif membangun pernaikan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Sistem kelembagaan yang hendak didorong oleh Jurnal ini adalah pertama, sistem kelembagan yang mampu menjamin kesetaraan. Di mana semua warga menikmati kesempatan yang sama untuk berkiprah, guna menikmati tingkat kesejahteraan paling tidak minimum (untuk menjadi manusia yang bermartabat) atau lebih. Termasuk ke dalam kesetaraan yang harus dijamin oleh sistem kelembagaan ini adalah kesetaraan gender, serta kesetaraan antara berbagai kelompok sosial dan politik lainnya.
Kedua, sistem kelembagaan yang memberikan pelayanan berbasis hak. Pelayanan kesejahteraan diberikan sebagai pengakuan atas hak asasi manusia berdasarkan status kewarganegaraan, dan bukan berdasarkan kelas dan kinerja individual. Bukan hanya orang yang berpendidikan tinggi sehingga memiliki pekerjaan yang mapan yang bisa tinggal di rumah yang layak. Setiap warga negara karena hak yang dimilikinya harus dijamin dapat tinggal di rumah yang layak.
Ketiga, sistem kelembagaan yang menjamin keadilan sosial. Sistem yang mampu mendistribusikan pendapatan lebih kaum kaya, menjadi biaya pelayanan bagi kaum yang tidak berkemampuan. Sehingga sistem ini mampu menjamin warga paling miskin dan lemah sekali pun mencapai tingkat kesejahteraan minimum yang diperlukan untuk menjadi manusia yang bermartabat.
Keempat, sistem kelembagaan yang mampu menyeimbangkan antara altruisme, resiprositas, dan obligasi. Sistem yang mampu mengenali dan merespon kegagalan pasar dan kegagalan keluarga, guna memberikan jaminan seperlunya kepada warga negara sebagai bentuk tanggung jawab negara. Pada saat yang sama, sistem kelembagaan juga menjamin bahwa pasar yang efisien dan tanggung jawab keluarga yang berjalan secara efisien tidak terganggu.
substansi pengetahuan yang akan didiskusikan dan dikembangkan dalam jurnal akan mencakup: (1) Bangunan dan mekanisme kelembagaan pemerintah dalam mengelola kebijakan sosial dan pengelolaan keuangan daerah, guna memenuhi hak kesejahteraan warga (2) Bangunan dan mekanisme kelembagaan swasta dalam memproduksi kesejahteraan dan mensejahterakan tenaga kerja serta konsumen (3) Bangunan dan mekanisme kelembagaan organisasi masyarakat sipil dalam memproduksi kesejahteraan, mendorong akuntabilitas pemerintah, dan mendorong humanisme swasta (4) Bangunan dan mekanisme kelembagaan organisasi keluarga dalam memproduksi kesejahteraan dan melindungi akses anggota keluarga pada produk dan pelayanan kesejahteraan. (5) Interrelasi kelembagaan di antara pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, dan keluarga dalam memproduksi kesejahteraan.
Kelima peta substansi pengetahuan ini akan dimuat secara bertahap dan sistematis dalam ruang W-learning dalam jurnal ini.
Jurnal Kesejahteraan ini hadir untuk mendorong semua pihak menyadari dan semakin giat bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Sebagai sebuah jurnal, dorongan ini diwujudkan dalam sebuah gerakan menulis. Menulis yang berarti berkomunikasi dan menjadi katalisator perbaikan, disertai upaya pendokumentasian yang baik terhadap berbagai pengalaman dan inisiatif penciptaan kesejahteraan. Menulis, memanglah sebuah alat untuk mengembalikan segala sesuatu yang telah diambil dari asyarakat, kepada masyarakat. Jurnal ini berupaya mengembalikan semangat dan memori kolektif masyarakat tentang gerakan kesejahteraan, agar diupayakan kembali dengan lebih giat
|